Search This Blog

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate

Tuesday, December 12, 2017

KOMUNIKASI YANG BAIK BERMULA DENGAN KESEDARAN DIRI


Tawau - Pada 28 November 2017 yang lalu, seramai 25 orang tim penganjur Youth Leader's Camp (YLC) 6 telah menghadiri sesi komunikasi dan fasilitasi yang disampaikan oleh Sr. Maria Dipal, rgs.

Sesi ini dimulakan dengan satu games sebagai pembuka acara. Kemudiannya diikuti dengan doa dan "Jelly Bean Party". Tim telah dibahagikan kepada empat kumpulan dan masing - masing diberikan tempat untuk acara "Jelly Bean Party" ini. Dalam aktiviti ini, setiap seorang ahli diberikan peranan yang perlu dilaksanakan di sepanjang "party" tersebut.

Antara peranan - peranan yang diberikan adalah seorang yang pendiam dan tidak suka bergaul, seorang yang suka mengumpul warna gula-gula yang digemari, seorang yang cuba untuk mengumpulkan ahli-ahli untuk berdoa dan mencuci tangan sebelum makan dan seterusnya.



Sr. Maria kemudianya mengongsikan kepentingannya untuk mempunyai komunikasi yang baik, dan untuk mencapainya, setiap individu terlebih dahulu perlu melihat tahap kesedaran diri didalam diri mereka masing - masing. Dengan adanya kesedaran diri ini, seseorang individu itu boleh menilai sesuatu perkara dengan baik, dan melahirkan corak komunikasi dengan baik. 

Sesi diteruskan dengan "My Relationship Map". Sesi ini sangat membantu ahli tim penganjur untuk melihat lebih dalam komunikasi antara sesama, samada baik, tegang, kurang berkomunikasi dan langsung tidak berkomunikasi. Setiap ahli tim diajak untuk membuat peta hubungan antara sesama dan melabelkan setiap hubungan itu dengan empat perkara diatas, baik, tegang, kurang berkomunikasi dan langsung tidak berkomunikasi. Selesai sahaja peta komunikasi mereka ini, Sr. Maria menjemput mereka untuk bertemu dengan ahli - ahli lain dan menerangkan corak komunikasi antara mereka. Ini merupakan aktiviti atau langkah yang baik agar jurang diantara ahli tim penganjur dapat dikenal pasti, diakui dan mencuba untuk memperbaikinya. 





Tidak dinafikan berjalan sebagai satu tim itu rumit dan penuh cabaran kerana keperibadian yang unik dan kepelbagaian latar belakang. Selain itu ego dan cemburu juga boleh menjadi racun kepada pelayanan tim dan boleh menimbulkan ahli - ahli yang berpuak - puak. Ini disebabkan, masing - masing belum mengenal antara satu dengan lain dan bertemu hanya untuk melaksanakan tugasan dan tidak melanjutkan pertemuan sebagai satu pertemuan persahabatan.





Pengerusi Tim Kerasulan Belia Paroki Tawau, Roland Matthew, menyampaikan token penghargaan kepada Sr. Maria Dipal, rgs
Program bersama Sr. Maria Dipal,rgs diakhiri dengan sesi rekonsilasi - mencuci kaki atau tangan teman - teman seperjuangan dalam pelayanan terutama sekali pelayanan dalam penganjuran YLC yang ke 6. Meskipun masa sangat terhad, namun peserta - peserta program ini diharapkan dapat mendapat manfaat untuk menjadi seorang pemimpin belia menurut Yesus Kristus.

Monday, December 11, 2017

Advent: Bringing the joy of Christmas to the underprivileged families

Article bS. Cordova


Sandakan: Instead of shopping each day in December, there’s a way to enjoy advent weeks while helping others. At that point, there are numerous charities in every parish with their own initiative to give a helping hand for those who are in need of love and joy in preparation for the coming Christmas. Last year, the Star of Yahweh Covenant Community had done their charity work with the same underprivileged families and this year, on 10th December, once again they did the same act of kindness by inviting other church members to make their action advent by bringing the joy of Christmas to these families. It was a lovely, communal way for them to gather and donate to people in need.
“It also helps us to prepare ourselves for the coming of Jesus Christ by showing our charity to people in genuine need. Though this advent action is just a small act of kindness, it adds up a great difference for vulnerable people,” said SYCC elder Bro. Philip Mosinoh.
According to Bro. Michael Lai, it is in giving that the true meaning of Christmas becomes a reality. This advent is a time for JOY (Jesus - Others - You). It means Jesus first, others are second, and last is yourself!
As the members came bringing the goodies and some clothing donations to their homes,  the joy and happiness clearly shown in each one of the children’s faces. When they were asked why they are so happy, spontaneously and joyfully they said in Malay, “Sebab Hari Krismas” (Because it is Christmas).
Indeed, it made a huge difference to those receiving the gifts and clothes, but likewise also to those giving. Obviously, a mere spoonful of forethought on Jesus’ coming can turn this Advent into action. Hence, an absolutely “joyful hope” shared with others through a humble  preparation for the second coming of Christ
Distributing goodies to the children

Friday, December 8, 2017

HTC RECOLLECTION FOR CAROLLERS: “PREPARE YOUR HEART TO RECEIVE OUR SAVIOUR AND SPREAD THE GOOD NEWS”

By:  Mario Domingo  

Holy Trinity Parish Tawau: The 6-day, house-to-house, Christmas carolling of Holy Trinity Parish shall kick off on Sunday, 10th December and ends on Friday, 15th December. This year around, there are 11 carolling groups from the main church and 12 groups from the BECs. The annual event is the combined effort of all communities from the four languages and other groups in the church.
A short recollection was held on the 3rd December, at 11.30am to 1.20pm, organized by the Home Carolling Committee. A Catechesis entitled “PREPARE YOUR HEART TO RECEIVE OUR SAVIOUR AND SPREAD THE GOOD NEWS” in preparation for the house-to-house carolling was then given by Julita Kantod. The short recollection was well attended by some 200 carollers together with cluster coordinators and the carolling committee. Basically, the input shared provided the carollers to prepare themselves first, spiritually and mentally, as heralds in bringing the Good News to our neighbours and friends. It was also an opportunity for them to understand and reflect on the mystery and deeper meaning of Christmas.
The Catechesis began with an open question to reflect: “Why do you believe in Christmas and what do you believe in it?”  In her message, she encouraged them to come to a time of Advent, a time for a spiritual preparation for the coming of our saviour Jesus Christ. “Every day is an Advent", she continued “and Christ will be revealed when He comes again. Indeed, it is a mystery; it requires faith to believe”. “Christmas is not about all the “celebration” itself, but as Christians, we celebrate the birth of our Saviour, the Son of God. Knowing that a God came down to man through Mary should fill our hearts and homes with love, joy and peace of our Saviour.” she said. Christmas and the Nativity will be meaningful in that perspective.
“With an honest and humble preparation, especially during this recollection, one will experience a conversion of the heart where Christ can make His room with us and in our family” she added. She then concluded her input by wishing everyone “happy carolling” and encouraged them to become His good instruments in spreading the Good News which all began with a proper spiritual preparation.
The catechesis ended with some words of encouragement from Andrew Kiat, the Chairman of the Home Carolling Program, as well as the PPC Chairperson, followed by announcements and a closing prayer.  

SEMINAR CARA PENGENDALIAN KEM KOMUNI PERTAMA DAN KEM PENGUATAN

Gambar Oleh: Sister Evelyn Tivit
Artikel Oleh: Nelly Solui

Retret Centre, Ulu Dusun Sandakan – Satu seminar kemahiran telah dijalankan pada 17hb sehingga 19hb November 2017. Kem ini telah dianjurkan oleh Komiti Katekatikal Paroki St. Dominic Lahad Datu. Seminar yang telah disertai oleh 31 orang peserta terdiri daripada 12 peserta dari Paroki Beluran, 9 peserta dari Paroki Lahad Datu, 8 orang dari Paroki Telupid dan 2 peserta dari Paroki Sandakan. Kesemua sesi di dalam kem kemahiran ini telah dikendalikan oleh Sister Evelin Tivit dan dibantu oleh Sister Martina.
Antara aktiviti yang dijalankan adalah menyiapkan puzzle, meneka silang kata, melukis tapak tangan, mereka cipta burung merpati dan banyak lagi. Semua aktiviti ini adalah berpandukan kepada 4 sakramen iaitu Pembaptisan, Penguatan, Ekaristi dan Rekonsiliasi.
Objektif kem kemahiran ini adalah untuk memberi idea-idea baru kepada para pembimbing bagaimana untuk mengelola kem Penyambutan dan Penguatan di paroki masing-masing. Disamping itu, kem ini membolehkan para pembimbing untuk saling mengongsikan pengalaman mereka dalam pembangunan iman bersama. Melalui aktiviti-aktiviti yang telah dijalankan dalam kem ini, para pembimbing dapat menambah cara baru pembelajaran tentang iman yang lebih menarik dan praktikal di paroki mereka masing-masing.

Di akhir kem, semua pembimbing telah menyediakan laporan perancangan mereka untuk kem penyambutan dan penguatan di tempat mereka masing-masing.

Tuesday, December 5, 2017

Misa Penguatan dan Makan Malam Amal 2017

Gambar Oleh: Simon Hendrikus, Dominggus, Matius, Lily
Artikel Oleh: Farnandes

Lahad Datu: Seramai 143 calon telah menerima Sakramen Penguatan di gereja St. Dominic pada 5 November 2017. Misa ini telah diselebrankan oleh Yang Mulia Uskup Julius Dusin Gitom dibantu oleh Paderi Paroki Fr. Simon Kontou dan Pembantu Paderi Paroki Fr. Marcellinus Pongking. Seramai lebih kurang 300 umat telah menghadiri misa tersebut.
“Pembacaan Injil pada hari ini menuntut sikap kejujuran dimana Yesus mengutuk orang-orang Farisi kerana mereka mengajarkan hukum yang telah diturunkan oleh Musa tetapi tidak melakukanya serta mempraktikannya didalam kehidupan mereka. Seperti ungkapan orang lain “Cakap tidak serupa bikin”. Orang-orang Farisi mempunyai topeng-topeng dan mereka bersembunyi disebalik topeng mereka itu. Persoalannya, adakah kita juga seperti mereka? Rajin pergi sembahyang setiap minggu tetapi apabila berada diluar kawasan gereja, tidak berkelakuan baik.
Pada hari Pentekosta, para Rasul Yesus juga memakai topeng-topeng itu dan mengikuti Tuhan Yesus selama 3 tahun. Mereka menyaksikan semua mukzijat yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus tetapi  sukar untuk mempraktikan ajaran Yesus dalam kehidupan mereka. Sehinggalah pada hari Pentekosta, Roh Kudus turun ke atas mereka dan topeng-topeng kepalsuan yang mereka pakai telah diganti dengan topeng-topeng cintakasih Tuhan Yesus. Semangat dan identiti yang baru hadir di dalam diri mereka dan ini adalah dorongan dari Roh Kudus dan mereka mahu menerima Roh Kudus itu di dalam kehidupan mereka. Selepas itu, mereka dengan penuh semangat dan keyakinan mengistiharkan Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan yang sudah bangkit dari alam maut.
Kita semua adalah sama seperti para Rasul, kita adalah diutus untuk pergi dan menyebarluaskan kisah penyelamatan Tuhan Yesus. Kita seharusnya menghidupkan ajaranNya di dalam kehidupan kita bersama rakan-rakan, keluarga dan sesama.” Demikianlah serba sedikit homili Bapa Uskup Julius pada hari tersebut.
Pada hari yang sama juga, Majlis Makan Malam Amal telah diadakan bagi mengutip dana pembangunan dewan ibadat. Majlis dimulakan dengan kata alu-aluan oleh Paderi paroki Rev Fr. Simon dan doa pembukaan oleh Yang Mulia Bapa Uskup Julius Dusin Gitom. Selesai sahaja doa, majlis diteruskan dengan persembahan artis jemputan iaitu saudari Esther Applunius.
Acara selanjutnya ialah St. Dominic Got Talent Final yang terdiri daripada 14 finalis. Persembahan mereka pada malam itu telah membantu pengumpulan dana bagi pembangunan dewan ibadat paroki St. Dominic yang baru. Persembahan mereka terdiri daripada persembahan Beat Box, Bermain Gitar secara berkumpulan dan individu,  menari serta menyanyi. Rev Fr Simon sangat berterima kasih atas usaha para finalis St. Dominic Got Talent kerana melalui talenta serta usaha mereka, mereka dapat membantu dalam mengumpul serta menyumbang kepada dana tersebut. Terdapat beberapa umat juga menyumbangkan sumbangan berupa wang tunai dan jumlah sumbangan pada malam tersebut telah mencecah RM50 000. Majlis pada malam tersebut diakhiri dengan upacara penyampaian hadiah bagi pemenang St. Dominic Got Talent. Doa penutupan dan pengutusan oleh Fr. Simon Kontou. Majlis bersurai lebih kurang jam 11.00 malam.

Solemn Charge ~ Year of Faith - Read the Catechism Of the Catholic Church in a Year

Gadget

This content is not yet available over encrypted connections.

Mengikuti Jejak Kristus

Mengetahui dan Mengasihi iman Katolik

CATHOLIC APOLOGETICS

New Advent