Search This Blog

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate

Thursday, December 8, 2016

BRINGING LOVE AND JOY TO OTHERS DURING ADVENT

Prepared by,
Susanna & Dalius LL

Sandakan: Advent is a season where everyone is busy preparing for Christmas, and caroling but some groups took the opportunity to share the joy by reaching out to the under privileged Christians. On the 4th of December, members of the Star of Yahweh Covenant Community (SYCC) and their youth reached out to those unfortunate Catholics who belong to the marginalized community.

It all started when a member who is working in the hospital informed the community: a boy patient who was terminally ill returned home due to  parents who could not afford his further treatment in Kota Kinabalu. The family lives in a squatter of Indonesian community in Sibuga road, Sandakan. The boy has 9 siblings and the parents, vegetable farmers, informed the visiting members that they have left their son’s fate in the hands of God. Saddened by the hardship of the boy’s family, the youth took the opportunity to organize Christmas joy to cheer up the family and the surrounding children living in the squatters. They pooled their resources together and the elders chipped-in contributing 60 packets of food, goodies and gifts to 14 families living in that area.

Indeed, it was a surprise visit as they did not expect that the youth would come with Christmas carols in front of their houses. It was a touching moment for the boy’s family as they have never experienced a caroling performed before them. The boy’s grandmother shared that these gestures shown to them have made her family felt the openness of  the church despite their absence in Sunday masses due to poverty

As for the members, nothing is more satisfying than to bring the love and joy of Christ to them. Although the door of mercy had just concluded, the works of mercy will always be a way of life for Christ’s followers as stated in Matthew 25:40 "I say to you, in so far as you did this to one of the least of these brothers of mine, you did it to me."

Monday, December 5, 2016

Ziarah Seluruh Sabah ~ Katedral St. Mary, Sandakan (Hari Ketiga)





Pada hari ke-3, seawal 6.30 pagi peserta ziarah sudah berkumpul dan bersedia untuk upacara memasuki pintu belas kasihan yang dipimpin oleh Dikon Christopher Ireneus di Chapel of Adoration of Blessed Sacrament, Tatal, Keningau. Selesai upacara, peserta ziarah berpeluang mengambil gambar kenangan bersama sebelum meneruskan perjalanan yang seterusnya menuju ke St. Patrick, Membakut. Walaupun tidak dapat masuk ke pintu belas kasihan St. Patrick, Membakut kerana telah ditutup lebih awal namun peserta ziarah tetap disambut mesra oleh umat di sana. Peserta ziarah juga berpeluang membeli barang - barang kudus sambil makan tengahari bersama.



Perjalanan ziarah diteruskan menuju ke Holy Rosary, Limbahau, Papar untuk memasuki pintu belas kasihan yang kedua. Setibanya di sana, peserta ziarah berpeluang bertemu dengan Rev. Fr. Thomas Yip selaku paderi Paroki Gereja Holy Rosary, Limbahau, Papar. Dikon Christopher Ireneus kemudiannya memimpin para peserta ziarah untuk upacara masuk ke dalam pintu belas kasihan. 





Selepas upacara selesai peserta ziarah menghadiri misa petang yang diselebrankan oleh Yang Mulia Bapa Uskup Julius Dusin Gitom dan dibantu oleh Rev. Fr. Philip Muji dan Dikon Christopher Ireneus. Dalam homili, Bapa Uskup mengaitkan pembacaan pertama dan kedua yang menunjukkan bahawa Yesus dalam perjalanan menuju ke Yerusalem dan menjelaskan apa yang telah berlaku di sepanjang perjalananNya itu. Begitu ramai orang yang tidak mempercayai dia sebagai Juruselamat. Bapa Uskup mengingatkan kepada semua yang hadir untuk melaksanakan kehendak Tuhan dalam diri masing - masing dengan iman yang teguh mempercayai Dia sebagai Tuhan dan juruselamat. Para ziarah juga diingatkan agar menggunakan  talenta yang telah diberikan Tuhan dengan sebaiknya agar dapat berbuah banyak bukan untuk disimpan untuk kegunaan diri sendiri tetapi juga  talenta itu haruslah dipraktikkan dalam kehidupan setiap hari  bersama keluarga, komuniti, paroki dan dalam mengikuti jalan Tuhan.






Perjalanan ziarah kemudiannya diteruskan ke Pusat Retret, Pace Bene yang terletak di Kampung Purak, Papar sebagai tempat istirehat peserta untuk hari ketiga. Selesai makan malam, program ziarah diteruskan dengan sesi perdamaian yang dipimpin oleh FSIC Sr. M. Lilian Unsoh. Dalam sesi perdamaian peserta diajak untuk berdamai diantara satu sama yang lain. Selesai sesi tersebut, peserta ziarah berpeluang menghadiri sesi pengakuan. 




Saturday, December 3, 2016

Parish Hall Building Fund: Charity Fashion Show

by Mazdollyna Majalin Eborok

Lahad Datu – The second season of Mister and Miss Dominican Fashion Show was held on the 6th November 2016. It was a charity fashion show over a sumptuous dinner to raise money for the church building fund.
A total of 13 participants were involved as finalists for this season and took part as the church ambassador in raising fund. These finalists were from the Basic Ecclesial Community (BEC) of St Dominic, Lahad Datu. It was another great celebration held with in the Church to gather all parishioners together in celebrating this joyful moment. 
Bishop Julius Gitom, who in his address mentioned that we are all united through the Holy Spirit in this life. I believe that this unity was seen when all parishioners gathered to donate in this event. According to the organizer, the donation collected for the event has reached RM13 thousand; a praise worthy achievement from all the organizing team. As for the finalists, through the voting tickets sold to the parishioners coupled by their hard work and effort to entertain the parishioners were the highlight that paved the way for the success of the event.
Our congratulations and appreciation goes to the following:

Mister Dominican 2016
First: Leonard – St Peter's, Kunak
1st runner up : Maxrayner – Our Lady of Rosary Olor
2nd runner up : Adriell – St Justin
3rd runner up : Maxryan – Our Lady of Rosary Olor
4th runner up : Lee Wah Fei – Bandar Tabanak BEC

Miss Dominican
First: Maryanne – St Nicholas De Tolentino
1st runner up : Debbie – Lam Soon
2nd runner up : Arlene – St Anne
3rd runner up : Catharine – St Joseph
4th runner up : Mazdollyna – St Frances
To all parishioners, thank you for your generosity in donating for the church. Indeed, as Proverbs 22:9 says “He who is generous will be blessed”.

Thursday, December 1, 2016

Ziarah Seluruh Sabah ~ Katedral St. Mary, Sandakan (Hari Kedua)

Oleh: Helen John












Pada hari ke dua, para peserta ziarah memulai hari mereka dengan doa pagi bersama yang dipimpin oleh FSIC Sr. M. Lilian Unsoh. Selepas sarapan pagi, perjalanan ziarah diteruskan menuju ke St. Bede, Nabawan melalui jalan Kalabakan, Tawau yang mengambil masa kira-kira 5 jam untuk tiba ke destinasi seterusnya. Walaupun perjalanan mengambil masa yang lama dan memenatkan namun peserta ziarah tetap bersemangat dan gembira. Setibanya di St. Bede, Nabawan peserta ziarah beserta umat di sana berkumpul untuk makan tengahari bersama.










Selepas mengucapkan selamat tinggal kepada umat di St. Bede, perjalanan diteruskan ke Menara Salib Nulu Sosopon, Keningau. Di sana peserta ziarah berpeluang untuk naik ke menara salib sambil berdoa. Di samping itu, peserta ziarah juga berpeluang membeli barang-barang kudus. 


Pada jam 7 petang, peserta ziarah tiba di Rumah Retret, Keuskupan Keningau, Tatal (RRKKT) iaitu persinggahan terakhir untuk hari kedua dan juga tempat penginapan untuk semua peserta ziarah. Selesai mendaftar masuk ke tempat penginapan para peserta ziarah berkumpul untuk misa kudus petang yang diupacarakan oleh Yang Mulia Bapa Uskup Julius Dusin Gitom dan dibantu oleh Rev. Fr. Philip Muji dan Deakon Christopher Ireneus. 

Dalam homili Bapa Uskup pada hari kedua perjalanan ziarah ini, umat diajak untuk mengikuti sikap Zakeus yang ingin mendekatkan diri pada Tuhan dan pada masa yang sama berusaha bersungguh-sungguh untuk mencari Tuhan Yesus . Dalam ziarah ini, kita harus berusaha untuk menemukan Tuhan Yesus dan jangan berselindung disebalik keangkuhan diri agar Dia dapat melihat dan menyelamatkan kita seperti Zakeus.







Selesai makan malam, para peserta ziarah berkumpul sekali lagi di dalam dewan untuk mendengar ceramah berkaitan dengan Tahun Belas Kasihan yang disampaikan Yang Mulia Bapa Uskup Cornelius Piong, Uskup Agung Keuskupan Keningau. 

Dalam ucapannya beliau menjelaskan bahawa Tahun Belas Kasihan ini merupakan suatu harapan bagi kita yang hidup dengan penuh bebanan di dalam dunia yang sarat dengan kejahatan. Apabila kita memasuki pintu belas kasihan nyatakanlah segala hasrat di dalam hati kita dan semoga kita diresapi dengan belas kasihan Tuhan. 

Dalam ucapan akhirnya beliau mengingatkan para penziarah jangan membiarkan cinta kasih Tuhan itu berhenti di dalam pintu belas kasihan tetapi bawalah belas kasihan Tuhan kepada semua orang yang ada disekeliling kita kerana kitalah yang akan menjadi mata, telinga kepada agen belas kasihan Tuhan.


Solemn Charge ~ Year of Faith - Read the Catechism Of the Catholic Church in a Year

Gadget

This content is not yet available over encrypted connections.

Mengikuti Jejak Kristus

Mengetahui dan Mengasihi iman Katolik

CATHOLIC APOLOGETICS

New Advent