Search This Blog

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Friday, November 4, 2011

Celebrating the 38th Anniversary of OLOF, Beluran

Beluran : The Church of Our Lady Of Fatima (OLOF), located some 84 km from Sandakan,  celebrated its 38th anniversary on Sunday 30th October 2011. Bishop Julius Dusin Gitom presided over the Eucharistic celebration attended by some 450 faithful from Beluran and nearby outstations.
The prelate also administered the Sacrament of Confirmation to 31 confirmands and first Holy Communion to 24 communicants. The auspicious celebration also witnessed the launching of OLOF’s logo. 


The colorful event commenced with a solemn procession from the open space outside the Church into the entrance led by the communicants, confirmands followed by parishioners. Also in attendance for this special event, were some of the PPC members of St’Mary’s Cathedral Sandakan led by the Chairman, Patrick Seah. 
In his homily, the prelate reminded the faithful especially the confirmands and the communicants to be strong in their journey of faith. Since Mother Mary is the patron saint of OLOF Church, named after her apparition in Fatima, Portugal in 1917, he encouraged the faithful to pray always to our Mother Mary for her intercession.
L-R : Bishop Julius, Albert Enti and Patrick Seah
After the Eucharistic celebration, the Chairman of OLOF Pastoral Committee,  Albert Thomas Enti in his opening address touched on the history of the Church. 

It had a very humble beginning with just 5 families gathered to pray the Holy Rosary  from house to house in the early 70's. By 1972, the small Catholic community managed to set up their first committee with  OKK Anthony Nichol as its first chairman and  Stephen Ubing and Lawrence Dusalam as pioneering members to oversee to the needs of the Catholic community in Beluran. 


Their effort bore fruit with the construction of OLOF’s chapel in 1973 which was officiated by  the then Bishop Peter Chung of Sarawak, now Archbishop Emeritus. In 1989, a new Church with a seating capacity  of 400 people was built to cater to the ever increasing Catholic community. The  new  Church was solemnly blessed and officially graced by the then Msgr Cornelius Piong (now Bishop of Keningau Diocese). 


There is also a rectory adjacent to the Church, built to provide accommodation to priests  who will preside mass on a monthly basis. It also acts as an administrative centre catering not only the sub-parish of OLOF but to all nearby outstations. It is the hope of the community in Beluran that OLOF will have its own resident priest and be accorded the status as a full parish.
Receiving the certificate of recognition for her late father OKK Anthony Nicol
After the opening address, the parishioners witnessed the presentation  of certificates of recognition by Bishop  Julius to seven  founding members of OLOF of whom five had passed away. 
Getting ready to cut the 38th anniversary cake
The congregation adjourned to the Church Hall for a luncheon fellowship with a host of musical entertainment by the local community.  

DaliusLL

Prayer Service at Sibuga Catholic Cemetery



Sandakan : All Souls Day 2nd November follows All Saints Day, and commemorates the faithful departed,  those who die with God's grace and friendship. A prayer service was held in the morning, on the day itself at the Sibuga Catholic Cemetery, some 10 km from town.
Family members gathered at the cemetery with the purpose to pray for the faithful departed, called home by the Lord ahead of us. We pray that the Lord may have mercy on their souls and receive them in the Heavenly Home as the Lord Jesus said, 'I am the Way, the Truth and the Life.....for those who are faithful, I will raise them up on the last day.....for I am the resurrection.'
James Chow, an Extraordinary Minister of Communion led the service, shared that it is human nature to be sad at the lost of someone dear to us. However our faith ensures us hope of meeting them again when we gather  in the home of the Father on the last day.

ds

Thursday, November 3, 2011

MISA KUDUS HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS

Paroki Katedral St. Mary Sandakan. Gereja Katolik merayakan Hari Raya Para Orang Kudus pada 1 November samada para santa-santo dan beata-beato yang dikanonisasikan   mahupun seluruh saksi Kristus yang tidak direkod tak terbilang jumlahnya, namun telah menjalani kehidupan yang setia dan kudus di dunia serta sesuai dengan ganjaran syurgawi. Gereja telah mulai menghormati para santo dan martir sejak abad kedua. 
Bacaan Sabda Tuhan yang pertama: 
Bacaan Sabda Tuhan yang kedua
Bishop mewartakan INJIL
"Para Kudus adalah teladan bagi kita semua" Kata Bapa Uskup Julius selaku selebran. "Mereka juga berdoa kepada kita. Para kudus telah menunjukkan cara hidup menurut Injil. Kekudusan adalah hak untuk semua dan dapat dicapai oleh sesiapa sahaja". Katanya.
Umat beriman yang menghadiri Perayaan Misa kudus sempena Pesta Orang Kudus.
“Ucapan Bahagia” Yesus memaparkan syarat-syarat dan janji-janji kekudusan untuk setiap orang dan  "Mereka ini orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. Kerana itu, mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka” (Why 7:14-15).


Seterusnya Uskup menghakhiri homilinya "Mereka yang tulus hati mengikuti Yesus sehari-hari adalah proses untuk menjadi orang kudus." 

Soccom St. Mary Sandakan

Wednesday, November 2, 2011

PEMBERKATAN CHAPEL BARU DI KG. PULAU (PAITAN)

Chapel yang baru siap dibina dan diberkati di Kg. Pulau.
Paitan:  Lebih  kurang  40  umat  di  Kampung  Pulau, Sungai-sungai, Paitan  hadir  ke Misa Kudus pemberkatan bangunan Chapel yang baru siap dibina. Chapel ini belum mempunyai nama rasmi buat masa ini. Tarikh 25.10.2011 telah dipilih sebagai  satu  simpulan  sejarah  untuk  Chapel  ini  bergerak  lebih  jauh  dalam mengembangkan lagi misi dalam pelayanan gereja.

Paderi Paroki Katedral St Mary Sandakan, Rev Fr Thomas Makajil  dalam ucapannya,  menyatakan harapan agar umat  di stasi luar ini terus bekerjasama antara satu sama lain dan teguh dalam iman serta berusaha membangunkan gereja.

Rev Fr. Thomas Makajil menjalankan Misa Kudus pemberkatan Chapel.




Disesuaikan dengan Bacaan Injil dalam Misa tersebut, Rev Fr Thomas Makajil menegaskan bahawa umat yang sudah dipilih Tuhan melalui pembaptisan perlu yakin dengan iman yang ada. Pengharapan dalam penyembuhan batin hanya dapat diperolehi dengan iman kepada Yesus Kristus.
Upacara pemberkatan Chapel dan umatnya.

Misa Kudus berjalan pada jam 11.00 pagi telah berlangsung dengan penuh penghayatan dan kesyukuran di kalangan  umat. Penduduk Kg. Pulau amat bersyukur dan berterima kasih  kepada keluarga Robin dan Katekis Alimin Jakub yang telah banyak membantu membangunkan Chapel ini. Majoriti umat Katolik di sana adalah berbangsa Sungai.
 Rev Fr. Thomas Makajil bersama umat Kg. Pulau, Paitan.
Menikmati jamuan selepas Misa di rumah Sdra Robin.

Milton Moses
SOCCOM, Paroki Katedral St Mary, Sandakan

Tuesday, November 1, 2011

RETRET KATEKIS KEUSKUPAN SANDAKAN HARI KE-3 (28hb Ogos 2011)

Tawau: Retret para katekis peringkat Keuskupan Sandakan dengan seramai 149 orang peserta  pada 26hb - 28hb Ogos 2011 telah berlangsung di Resort Shan Shui Country Club. Pada hari ketiga dan terakhir, 28hb Ogos 2011, sesi diteruskan selepas sarapan pagi dengan topik berikut:
Sesi 6: TUJUH SIKAP YANG AMAT PENTING       
- Taat berdoa
- Mencintai iman
- Persiapan awal
- Interaksi yang baik
- Jenaka
- Mempunyai minat untuk terus belajar
- Menghormati
Berikut merupakan hasil sesi soaljawab pada hari tersebut:-

- Internet boleh digunakan untuk melakukan penginjilan.
- Penyelamatan oleh Yesus adalah untuk semua orang.
- Kita mesti mengenalpasti sesebuah buku yang dijadikan sebagai buku rujukan asalkan kandungannya tidak bertentangan dengan ajaran Gereja Katolik.
- Hanya Tuhan yang berhak untuk menghakimi dan menentukan samada seseorang itu layak diselamatkan atau tidak.
- Ekarisiti dan perjamuan suci adalah dua perkara berbeza. Ekarisiti ialah Tubuh dan Darah Kristus manakala perjamuan hanyalah sebagai simbol. Perkara ini harus difahami apabila pergi ke Gereja denominasi lain.
- Kita dibenarkan mendoakan bagi sesiapa sahaja tanpa mengira agama.
- Sekiranya Gereja Katolik jauh daripada tempat kita tinggal atau berada, kita boleh melakukan doa atau membuat perkongsian alkitab di rumah. Tetapi haruslah ada beberapa orang. Cara Gereja Anglikan adalah yang paling mirip dengan Gereja Katolik.
- Katekis berhak menilai seseorang katekumen samada dia berhak dibaptis dengan menilai cara hidupnya setelah mengikuti kelas IKD. Katekis dapat membuat keputusan samada dia bersedia atau belum untuk dibaptis.
- Komiti Katekatikal harus ada perjumpaan dengan Paderi Paroki untuk membincangkan segala hal atau persoalan yang berkaitan.
- Tanggungjawab untuk membantu perjalanan IKD adalah dari semua pihak bukan hanya para penanggung dan Komiti Katekatikal sahaja.
Dalam Misa Kudus Penutupan, Fr Boniface berkata semasa homilinya, "Sesiapa yang ingin mengikuti Yesus harus menyangkal diri, memikul salib setiap hari. Salib bukan hanya kesengsaraan tetapi juga adalah cintakasih dan penyelamatan. Kadangkala, pelayanan kita sebagai pembimbing akan menghadapai pelbagai cabaran dan dugaan sehingga ingin berputus asa. Tetapi, seperti Nabi Yeremiah, Tuhan tidak akan membiarkan kita. Dia akan menyertai kita sehingga akhir zaman. Tidak ada gunanya jika kita mempunyai segala sesuatu di dunia ini tetapi akhirnya kehilangan nyawa. Tuhan akan membalas dengan kebaikan kita setimpal dengan perbuatan yang telah kita lakukan.”

 Fr turut mengulas pembacaan kedua yang menyentuh tentang persembahan hidup yang kudus dan berkenan kepada Tuhan. Mempersembahkan diri seadanya dan membiarkan Tuhan menggunakan diri sebagai alatNya demi menyebarluaskan sabdaNya.

Fr menyambung, “Marilah kita memohon bantuan Roh Kudus agar dikuatkan, memberanikan diri untuk menyangkal diri iaitu melepaskan diri kita daripada perkara-perkara keduniawian seperti yang dinyatakan oleh Santo Paulus. Perkara yang menghalang diri kita untuk mengikuti Tuhan terutama sekali sikap-sikap yang mementingkan diri sendiri. Kita perlu memikul salib dan setia pada Tuhan setiap hari. Maka, dalam perayaan Ekaristi, kita menerima Yesus yang menjadi makanan dan minuman untuk keselamatan kita agar kita menjadi satu dengan Dia, melayani bersama Dia dan melayani seperti Dia.”

Sr Veronica Kandaung, fsic dalam ucapan penutupnya berkata, “Saya mendapat satu cabaran akan apa yang saya harus lakukan selepas ini tentang segala maklumat yang saya perolehi dari retret ini.”

Beliau turut menghargai kehadiran para peserta yang datang dari semua paroki di Keuskupan Sandakan serta usaha dan tenaga para ahli Tim Penganjur untuk menjayakan persiapan retret. Ucapan setinggi-tinggi terima kasih ditujukan buat Fr Boniface kerana sudi menerima jemputan untuk menjadi Fasilitator utama retret pada kali ini.
Sebagai acara penutupan retret, Sr Veronica telah menyampaikan pemberian sagu hati kepada Fr Boniface.

-DSsj-

AsIPA 2 di Batam, Indonesia

Para Peserta AsIPA 2 bergambar di depan Hotel Pacific Palace. 
Pulau Batam, Indonesia: AsIPA II International Workshop telah berlangsung di Batam, Keuskupan Pangkalpinang  Indonesia pada 13hb hingga 21 hb Okt., 2011. Seramai 63 peserta terdiri dari uskup, paderi, religius dan umat awam dari 11 buah negara di Asia iaitu Filipina, Korea, Thailand, Sri Langka, Laos, Myanmar, Taiwan, Hong Kong, India, Malaysia dan tuan rumah Indonesia.
Ini adalah susulan dari AsIPA I yang telah diadakan pada tahun lalu di Pattaya, Thailand. Pada bengkel ini peserta di dedahkan kepada 7 langkah perkongsian Alkitab, Bible - mirrored method (group response) dan 'look, listen, love' gospel sharing. Peserta juga menerima input dalam cara-cara membuat program kesedaran (awareness program) dalam KKD dan paroki, serta lawatan ke KKD di persekitaran kejiranan setempat.  


Dari lawatan ini peserta dapat melihat cara-cara kehidupan berkomuniti dan  perjalanan 7 langkah Alkitab disusuli sesi perkongsian Alkitab .
Pentakhtaan Alkitab sebagai permulaan bengkel AsIPA 2.
Sesi perkongsian Alkitab dalam kumpulan bercampur-campur.
Wakil-wakil negara membuat lapuran perbincangan kumpulan.
Pembentangan laporan dari setiap kumpulan.
Aktiviti lawatan ke rumah ahli-ahli KKD di Batam.
Bersedia untuk lawatan rumah ke rumah keluarga KKD  Komunitas Tritunggal Mahakudus.
Malam budaya gabungan wakil-wakil dari Filipina, Korea, Hong Kong, India dan Malaysia.
Para fasilitator bergambar bersama Bishop Hilarius Moa Nurak SVD.
Misa Kudus di Gereja Bonda Maria, Pembantu Abadi, Tembesi
Setiap negara diminta membuat resolusi bagi tempoh 2 tahun meliputi jenis rancangan yang akan dilaksanakan menurut kesesuaian dan keperluan umat setempat. Bagi Keuskupan Sandakan program menubuhkan KKD-KKD baru sebagai menyahut kepada teras pastoralnya dan bengkel berterusan menggunakan modul A dan modul B dalam teks Asipa merupakan fokus utama.

Leonnie Degullacion

CATHOLIC APOLOGETICS

New Advent