Search This Blog

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Translate

Wednesday, February 29, 2012

YOUTH LEADER'S CAMP 2012 - I Am Ready, We are ready!



Youth Leader's Camp 2012 hari terakhir. Hari yang dipenuhi dengan sentuhan Roh Kudus kerana inilah masanya untuk para peserta sendiri menentukan kesediaan mereka sebagai pemimpin belia.

Dipagi yang indah di hari terakhir kem, para peserta dipimpin dalam satu lagi cara untuk berdoa iaitu Centering Prayer. Doa ini dipimpin oleh Sr Lilian Unsoh. 



Selepas sarapan pagi, para peserta dihidupkan dengan Time of Life dan Recap yang dikendalikan oleh Tim Kerasulan Belia Paroki St Dominic, Lahad Datu.

Bersarapan Pagi bersama - sama .... yeaaahhh
Time of Life yang dikendalikan oleh Tim Kerasulan Belia St Dominic, Lahad Datu
Sejurus selepas itu, sesi diteruskan dengan evaluasi termasuk renungan peribadi "Am I Ready?". Setelah melalui sesi - sesi sepanjang empat hari ini, tibalah sudah masanya bagi para pemimpin belia ini untuk merenung sejauh mana bersedianya mereka untuk melangkah satu lagi anak tangga dalam pelayanan, sejauh mana keberadaan Tuhan Yesus dalam diri mereka dan kesediaan mereka untuk menjadi rasulNya, sejauh mana kemampuan dan kekuatan hati mereka untuk akhirnya mengatakan 'YA' dan kesetiaan berjalan seiringan dengan tim mereka.



Para peserta seterusnya dibawa ke sesi para liturgi. Sesi ini dijalankan mengikut paroki. Suasana doa dan hening menyelubungi seluruh dewan. Inilah saatnya setiap pemimpin belia diberi peluang untuk mengatakan 'YA' dihadapan Yesus dan ahli tim mereka masing-masing.


Setiap pemimpin diberi 'salib' yang mana tertulis nama mereka. 'Salib' ini melambangkan diri mereka sendiri. Lubang - lubang yang terdapat pada salib ini menandakan perjalanan sakit dan manis yang Yesus perlu hadapi demi cintaNya terhadap umat manusia. Adakah pemimpin - pemimpin belia sanggup melayani seperti mana Yesus melayani?

Lilin melambangkan Yesus. Apabila 'salib' disatukan dengan Yesus Kristus, kita tidak akan dapat lari dari Yesus. Yesus adalah cahaya yang akan sentiasa menerangi jalan kita sebagai pemimpin belia.

Para Liturgi ini dimulakan dengan doa dan lagu 'Spirit Song' sebagai persiapan diri dan rohani para peserta. Seterusnya, seorang pemimpin dalam setiap tim yang benar-benar bersedia, akan melakukan langkah pertama untuk menyatakan 'YA' sambil memasukkan tali dilubang kiri dan kanan 'salib' mereka.

Soalan "Adakah kamu bersedia menyertai saya dalam mengerjakan misi Yesus?" akan diajukan kepada ahli tim yang lain sebagai satu jemputan untuk menyertai misi Kristus. Sekiranya ahli tim mengatakan 'YA' mereka akan berdiri disebelah pemimpin tadi dan memasukan tali di kiri dan kanan lubang 'salib' menandakan keputusan mereka untuk mengikut Yesus dan berjalan seiring dengan tim.

Tali melambangkan pelayanan dan kesatuan sebagai pemimpin belia.
Selesai sahaja upacara penyerahan diri, salib - salib pemimpin - pemimpin belia ini dilekatkan pada lilin - "Ya, saya/kami disini Tuhan. Tidak akan ada yang boleh memutuskan hubungan saya/kami dengan Yesus"
Mengikut Yesus keputusanku; Mengikut Yesus keputusanku; Mengikut Yesus keputusanku;
Ku tak ingkar, Ku tak ingkar.
Youth Leader's Camp yang pertama ini diakhiri dengan sesi kemuncak kem - Misa Kudus yang bertemakan "I Am Ready to go and Tell!". Misa kudus ini diselebrankan sendiri oleh Rev. Fr David Garaman. 

Adakah kamu bersedia untuk mengikuti Yesus? Adakah kamu sanggup 'join the club' dengan Yesus? Siapa yang sudah bersedia?!
SEMESTINYA SAYA!
Dalam homili, Fr David mengingatkan semua pemimpin belia mengenai 'Transfigurasi' didalam alkitab. Semua pengalaman didalam kem ini cukup memberikan kebahagiaan kepada peserta namun pelayanan yang sebenarnya adalah apabila semuanya kembali ke paroki masing-masing. Kem ini hanya sebagai satu landasan pembentukan buat pemimpin - pemimpin belia. Oleh itu mereka harus memijak bumi yang nyata dan berhadapan dengan realiti sebenar belia di paroki masing-masing.

Pembacaan pertama oleh Clarens K. Petrus Ola dari gereja St Peter, Kunak
Menjadi seorang pemimpin terutama sekali digereja sangat mencabar dan akan mencabar peribadi seseorang itu. Seorang pemimpin dianggap pemberi contoh yang baik kepada belia-belia yang lain. Seorang pemimpin akan sentiasa menjadi perhatian dimata-mata umat. Seorang pemimpin selalu dilihat sebagai sempurna oleh umat. Maka apabila terjadinya keadaaan yang tidak mengizinkan dan tidak sesuai dimata umat, pemimpin akan menerima kritikannya, cemuhnya, 'telunjuk'nya, marahnya, penghakimannya dan sebagainya.

Inilah jalan yang akan dilalui oleh seorang pemimpin. "Road less Traveled by...". Sakit, namun harus diingat Yesus bersendirian ketika Dia mengangkat salibNya sebelum Simon dari Kirene membantuNya, Dia dicemuh, disakiti, ditolak, diheret dan tidak ada yang membantu melainkan ibuNya, Bonda Maria yang hanya mampu berdoa dan melihatNya dari jauh. Namun Yesus tekad, Dia berjuang diatas kasih sayangNya pada umat manusia. Begitu juga dengan pemimpin belia, mereka perlu mengetahui siapa dan apa yang mereka perjuangkan. Maka mereka akan tahu erti sebenarnya pelayanan dan dengan itu apa sekali pun cabaran yang akan dihadapi dapat dilalui dengan mata dan hati tertumpu kepada Yesus.

"Sesuatu kerja memang sukar membangkitkan kegembiraan. Sesuatu pelayanan pasti akan menggembirakan. Jika kita mementingkan kejayaan, itu adalah kerja. Jika kita mementingkan kesetiaan, itu adalah pelayanan." Theodolfo Rosalia Jr.

Penyerahan pelayanan sebagai pemimpin belia dihadapan altar oleh koordinator dari keempat-empat paroki.

Ekaristi - sumber dan puncak kerohanian seorang Kristian Katolik

Koir yang dikendalikan oleh pemimpin-pemimpin remaja - Tim Rakan Belia Remaja (TRBR) yang dipimpin oleh Adik Varralene Julian.
Misa kudus diakhiri dengan lagu tema SYD-3 "Berakar dan Dibangun dalam Kristus" sebagai lagu pengutusan.

Selepas Misa Kudus, para peserta menjamu makan tengah hari dan diikuti dengan sesi kesyukuran di dewan Paroki St Mary. Sebelum semua peserta kembali ke paroki masing-masing, penghargaan diberikan kepada Kerasulan Belia setiap paroki dan Tim Penganjur Youth Leader's Camp 2012 dan seterusnya nyanyian lagu "Syukur" sebagai penutup tirai kem ini. 

"Berpisah untuk bertemu, lagi!"

Tim Penganjur Youth Leader's Camp 2012
Tim Penganjur Youth Leader's Camp 2012 ingin mengambil kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih kepada Bishop Julius Dusin Gitom, para Paderi Paroki, para religus, para penyampai ceramah, Kerasulan Belia keempat-empat Paroki, Majlis Pastoral Paroki, staf - staf Pejabat Diosis, Sandakan, Pn. Margaret Sikuit dan rakan-rakan, Ibu dan Bapa serta individu - individu yang telah yang telah bersama - sama terlibat secara langsung dan tidak lansung dalam membuahkan hasil yang baik dalam penganjuran YOUTH LEADER'S CAMP 2012.

Thank you Lord Jesus for making all things possible!

I AM READY! WE ARE READY!



ds/aa
Photo oleh Bro. Bell, Betram Lansing, Schoffal Charles Moiji dan Elmer Adonis Jr.

Recollection Day For CWA of HTC Tawau

JCK- SOCCOM Tawau
Tawau : Some 35 members of the Catholic Women's Apostolate ( CWA ) of   Holy Trinity Church participated in a half-day recollection on Saturday, 18th February 2012 at the basement hall. The recollection, facilitated by Sr. Liza fsic and Sr. Rusia fsic was aimed at preparing the participants for the coming season of Lent, an opportunity to reflect and renew our journey of faith. 
Sr Liza, 7th from left front row in black jacke
The session began with the Holy Hour at the Chapel, being in the presence of the Lord before the Blessed Sacrament. In the stillness and quietness and with deep prayer, they were drawn closer to God. 
Sr Liza fsic facilitating the session 
The recollection started with the input session facilitated by Sr Liza fsic, focusing on the word of God from the Prophet Joel 2: 12 – 'Return to the Lord with all your Heart'. Sr. Liza shared that one way to get closer to God is by searching and reading the precious words in the Bible. The words which we receive and reflect will help us to understand our lives better, for all scripture is given by the inspiration of God, and is profitable for doctrine, for reproof, for correction, for instruction in righteousness. She called on all participants to live an exemplary life as a Christian that others may see Christ in us, in all that we do.

A slide show about the unfortunate people, the needy and the marginalized helped to bring the participants closer to understand the Holy Father's Lenten message, themed 'Let us be concerned for each other, to stir a response in love and good works.' Hebrew 10:24. She added that everyone ought to be more appreciative of the gifts granted by God and in response, need to serve God and others more.
Sr. Rusiah fsic, recently transferred from St. Dominic's Church Lahad Datu shared about the wonderful creation of God. In this sharing the participants were invited to reflect on their way of life in relation to God’s creation especially towards nature. The participants were asked to discern on their personal life in dealing with nature, animal and specially those around them. This session brought much consciousness about appreciating and loving all God’s creation.
Sharings by participants 
The recollection day adjourned at 1.30 pm with a luncheon fellowship in the Parish Canteen.

Wednesday, February 22, 2012

YOUTH LEADER'S CAMP 2012 - Hari yang Keempat

Love of hope
Hari keempat Youth Leader's Camp 2012 disegarkan dengan doa pagi berbentuk "Body Prayer" yang dipimpin oleh Seminarian Stanley William yang kini sedang membuat pendedahan pastoral selama empat bulan di Paroki Katedral St Mary, Sandakan. Sejurus selepas "Body Prayer", Seminarian Stanley mengajak semua peserta dalam senaman pagi dengan iringan lagu "Jamilah". Aktiviti yang seronok sebagai pencetus kegembiraan dihari yang indah di Youth Leader's Camp.


Seminarian Stanley William


Doa "Bapa Kami" dalam bentuk Body Prayer.



"Jamilah - Jamilah"



Dalam sesi ini, Saudara George atau lebih dikenali sebagai Bro. Bell dikalangan belia - belia Diosis Sandakan, mengongsikan perjalanannya sebagai seorang belia yang melayani. Beliau menekankan sepanjang pelayanannya, amat penting sekali untuk tidak menjadi seorang individualistik. Dalam tim perlu ada perhubungan, kesetiaan dan kerjasama.

Criswanto Kosmos memberikan cenderakenangan kepada Bro. Bell.


Sesi Bro. Bell telah dirumuskan dalam Team Building 3 yang dikendalikan oleh Anna Teresa Peter Amandus dan Tim.


Tim Penganjur YLC 2012 - "With All I Am"

TEAMWORK:

1. Pray Together
2. Common Goal.
3. Everyone is heard.
4. Having a heart to be united.
5. Sensitive to each other.
6. Help and support one another.
7. Stay united - even in crisis.
8. Consultative (Advice, Review, Counseling)
9. Openness.
10. Trust each other.
11. A 'WE' feeling.
12. Lovingly say what had gone wrong.
13. Respect each other.
14. Committed to the goal and mission.
15. Freedom to share.
16. Motivated.
17. Laugh and enjoy being true and honest with one another.


Team Building 3 - "Into your hands I trust ...."




"Don't Worry Gilard, we got you...."















Perhubungan, kesetiaan, kepercayaan dan kerjasama perlu ada dalam satu tim. Walau macam pun buruk keadaan yang dihadapi teruskan untuk berjalan sebagai satu Tim.

"Hubungan sesama yang baik membantu dalam kesatuan dan kesatuan yang baik diantara sesama dapat membangkitkan keyakinan semua dalam pelayanan." Farnandes Siprianus, peserta YLC 2012

Sesi diteruskan dengan "You are speacial because...." yang dikendalikan oleh Anna dan Tim. Seperti Team Building 3, sesi ini juga dijalankan mengikut paroki. Dalam sesi ini setiap ahli tim perlu mengongsikan kepada ahli tim yang lain mengenai kelemahan diri mereka masing - masing. Namun dalam kelemahan itu, ahli tim yang lain masih dapat melihat keistimewaan ahli tim mereka. Setiap ahli akan memberikan kata-kata penghargaan yang ditulis dalam sekeping kad berbentuk hati. Kata - kata ini bukan sahaja ditulis malah dikongsikan kepada ahli tim yang berkenaan.











We are special in the eyes of God.


Disebelah petangnya, Youth Leader's Camp 2012 hari keempat diteruskan dengan Time of Life dan kemudiannya sesi Pastoral Planning - The Introduction yang disampaikan oleh Uncle Francis Tan. Ini merupakan pendedahan bagi para pemimpin belia untuk mengetahui kepentingan Perancangan Pastoral. Perancangan Pastoral merupakan satu renungan dan persediaan dalam mengerjakan misi gereja dengan baik.


Time of Life yang dipimpin oleh Kerasulan Belia Paroki St Martin, Telupid






"Apakah yang membawa anda ke Youth Leader's Camp?" Begitulah persoalan yang Uncle Francis kemukakan kepada para peserta. Beliau menyatakan bahawa setiap belia yang hadir dipilih menjadi pemimpin untuk melatih yang lain. Diawal sesi ini, Uncle Francis lebih menekan kepimpinan yang berlandaskan firman Allah.


1. Building a healthy youth ministry requires knowledge and it takes time, it doesn't happen  
    quickly. Amsal 11-19:2, Markus 4: 26-29

2. Building a healthy youth ministry takes skill, it needs more than passion and enthusiasm.
    Pengkhotbah 10:10

3. Building a healthy youth ministry takes a TEAM that is wiling to work together. It isn't a one  
    person job. 1 Kor 3: 5, 8

4. Building a healthy youth ministry takes leaders who depend on God's power. It isn't just about 
    programs and events. Yesaya 33: 5,8 ; Hosea 4:6



"Sebagai seorang CHRISTIAN kita perlukan CHRIST. Tanpa CHRIST, I Am Nothing."


Sesi ini diteruskan dengan "A Heart Check". Disesi ini Uncle Francis menjemput para peserta untuk melihat hati peribadi masing - masing kerana melalui hati, seorang pemimpin itu membenarkan Tuhan mengubah, membentuk dan memperbaharui diri mereka mengikut kehendakNya.








Perkara yang sangat penting dalam sesi ini adalah perancangan pastoral perlu diseimbangkan dengan '3 Cs'.


1. 'The Great Commandments" - Mat 22:37 - 39

WORSHIP - Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap HATI, JIWA, ,AKAL BUDI.

MINISTRY - Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.


2. "The Great Commissions" - Mat 28: 19 - 20

EVANGELISM - Pergilah, jadikanlah semua bangsa muridku.

FELLOWSHIP - Baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.

DISCIPLESHIP - Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu.


3. "The Great Call / Challenge" - Mat 25: 35 - 36

Cenderung kepada:

a) yang lapar

b) yang dahaga

c) yang asing

d) yang telanjang

e) yang sakit

f) yang dipenjara


Melalui sesi ini, perancangan pastoral dapat dilihat sebagai misi gereja dan gereja itu sendiri adalah IMPIAN Yesus (Sesi: My Dream, Your Dream, Our Dream). Sebagai yang melayani, sekurang-kurangnya kita mengetahui bahawa ianya bukan misi kita tetapi kita mengambil bahagian didalam misi Tuhan kerana kita telah dibaptis dan harus menghidupi tiga perkara utama iaitu Priestly, Kingly dan Prohetic.


Diakhir sesi Uncle Francis mengongsikan beberapa tips yang berguna dalam penyediaan perancangan pastoral.


1. Mengambil masa untuk merancang.

2. Jangan merancang solo - solo.

3. Dapatkan nasihat dan tunjuk ajar dari mereka yang berkenaan (Contoh Paderi, Religious).

4. Sentiasa melihat hasil terakhir berdasarkan 3C.

5. Elakkan daripada merancangkan program yang bersifat "touch & go".

6. Membuat 3 sehingga 5 tahun perancangan.

7. Seimbangkan perancangan pastoral dengan 5 perkara Worship, Ministry, Evangelism, Fellowship
    dan Dicipleship.


Suzana Johanes menyampaikan cenderakenangan kepada Uncle Francis Tan.
Sejurus selepas minum petang, sesi Pastoral Plan Brainstorming disampaikan oleh Rev. Fr David Garaman, Penasihat Rohani bagi Tim Kerasulan Belia Keuskupan, Sandakan.


Dalam sesi ini, Fr David mengongsikan bahawa program-program yang akan dijalankan pada tahun 2012 ini perlu berlandaskan tema Sabah Youth Day 3 - "Berakar, dibangun dan teguh dalam Iman". Ini adalah kerana acara kemuncak belia tahun 2012 adalah Sabah Youth Day yang ke 3, yang mana akan diadakan pada bulan Ogos nanti di Tambunan. Maka oleh yang demikian adalah lebih baik sekiranya program - program belia dirancang sebagai satu persiapan menuju SYD3 ini agar, belia-belia yang tidak dapat menyertai SYD3 dapat merasakan 'aura' SYD3 manakala belia-belia yang akan menyertainya akan lebih memahami tujuan utama menyertai SYD3.





Anna Teresa menyampaikan cenderakenangan kepada Fr David Garaman


Selesai sahaja sesi Fr David Garaman, keempat - empat tim Kerasulan Belia Paroki membuat brainstorming dan sekaligus membuat persiapan untuk sesi malam iaitu "Share and Learn".


YLC 2012 Special Dinner Fellowship

Dimalam terakhir Youth Leader's Camp 2012, tim penganjur YLC telah menyediakan makan malam istimewa untuk semua peserta. Ianya istimewa kerana setiap individu itu unik dan mempunyai latar belakang serta personaliti yang tersendiri. Selain itu ia juga salah satu cara untuk merayakan kesatuan diantara empat paroki yang menghimpunkan pemimpin-pemimpin belia yang pelbagai bangsa dan warna kulit. Inilah keunikan dan keistimewaan belia - belia Diosis Sandakan. Namun dalam keunikan itu mereka mempunyai satu persamaaan - cintakasih Yesus.


Cara hidangan pada kali ini berbeza dari makan malam yang lalu. Pada kali ini, makanan dihidang diatas daun pisang dan peserta akan makan menggunakan tangan mereka. Selain itu, tim penganjur juga mengambil kesempatan untuk merayakan hari jadi peserta yang lahir pada bulan Februari dan sekali gus menyambut Hari Kasih Sayang.














Mengambil kesempatan untuk merayakan hari lahir peserta pada bulan Februari.

Program Youth Leader's Camp 2012 hari keempat ini diteruskan dengan sesi "Share and Learn". Hasil daripada perbincangan atau Brainstorming tim akan dikongsikan bersama dalam sesi ini. Wakil dari setiap tim akan membentangkan perancangan pastoral mereka dihadapan semua peserta termasuk Fr. David Garaman. Sesi soal jawab diantara tim juga diadakan.





"Share and Learn" sekurang -kurangnya memberi peluang kepada para peserta yang belajar sesuatu dari paroki lain dan dengan harapan dapat di aplikasikan ditempat masing-masing. Selain itu ia juga memberi peluang untuk mereka bercakap dihadapan dan belajar untuk memberi 'feedback' kepada soalan -soalan yang diajukan oleh para peserta yang lain serta Fr David. Soal jawab ini membantu para pemimpin untuk lebih memahani apa yang telah mereka rancangkan dan lebih menyakinkan apabila ahli tim lain turut membantu dalam sesi soal jawab.


Are we ready to offer and commit to OUR Pastoral Plan?


Seperti yang Uncle Francis kongsikan "Building a healthy youth ministry takes a TEAM that is willing to work together. IT IS NOT A ONE PERSON JOB." Sebagai seorang pemimpin belia, kita tidak boleh berjalan sendiri. Malah kita juga tidak boleh berdiri dalam pelayanan mengunakan kekuatan manusiawi semata - mata. Pelayanan harus tertuju kepada Kristus kerana Dia memungkinkan segala sesuatu yang mustahil.

Penyerahan Perancangan Pastoral diadakan secara Pilgrim Dance. Setiap tim yang diketuai oleh koordinator masing - masing akan berjalan dua kali kehadapan dan sekali undur berulang - ulang sehingga menjadi satu bulatan yang mengumpulkan keempat-empat paroki. Ini bermakna, tim akan terus berjalan kehadapan namun sekali - sekala mereka perlu lihat ke 'belakang' dan merenung sejenak. Bak kata Uncle Francis Tan "STEP BACK & REFLECT".

Manakala tangan kanan akan berada di bahu kiri ahli tim dihadapan dan tangan kiri diletak didada. Ini bermaksud setiap tim akan menyokong ahli tim yang lain tidak kira betapa besarnya 'ombak' yang akan dihadapi dengan menyerahkan diri secara seluruhnya dalam pelayanan mencapai misi 2012.

Setiap koordinator akan mengetuai Pilgrim Dance sambil memegang perancangan pastoral mereka sebagai tanda penyerahan dan komitmen mereka sebagai 'Nahkoda Kapal' dalam misi Kristus.

Apabila Pilgrim Dance ini telah mengumpulkan keempat-empat paroki, Rev. Fr David Garaman mengetuai perjalanan ini sambil memegang Alkitab. Ini bermakna empat paroki ini adalah satu dibawah Kerasulan Belia Keuskupan Sandakan yang berjalan seiring dalam misi Kristus dan menyokong antara satu dengan yang lain. Alkitab adalah Kristus dan pemimpin belia perlu menjadikan keperibadian Yesus sebagai landasan dalam peribadi masing-masing dan dalam pelayanan.

"Ini adalah kerana pemimpin belia harus terlebih dahulu mengalami cinta Yesus dan melalui hubungan peribadi dengan Kristus, pemimpin belia akan lebih mengerti sebab untuk melayaniNya" - Mesej Bishop Julius Dusin Gitom kepada peserta 'Youth Leader's Camp'.










"Let us keep our eyes fixed on Jesus, on whom our faith depends from the beginning to end."
Hebrew 12:2






"Though we are many, we are one body, we are one body in Christ..." Romans 12:5


Sesi penyerahan Perancangan Pastoral diakhiri dengan doa Bapa Kami dan pemberkatan akhir dari Rev. Fr David Garaman.

To be continued...

Solemn Charge ~ Year of Faith - Read the Catechism Of the Catholic Church in a Year

Gadget

This content is not yet available over encrypted connections.

Mengikuti Jejak Kristus

Mengetahui dan Mengasihi iman Katolik

CATHOLIC APOLOGETICS

New Advent